Patung besar bukan hanya karya seni, tetapi juga struktur bangunan kecil. Di balik kulit perunggu atau fiberglass yang indah, ada rangka baja dan pondasi beton yang dihitung dengan cermat agar patung berdiri aman selama puluhan tahun.
IRangka dalam
Patung berongga seperti fiberglass atau perunggu cor biasanya memiliki rangka dalam dari baja yang menopang kulit luar. Rangka ini dirancang mengikuti bentuk patung dan menyalurkan beban ke pondasi.
Bahan rangka harus tahan karat atau dilindungi agar tidak melemah di dalam patung.
IIPondasi dan angkur
Pondasi beton dirancang sesuai berat patung, kondisi tanah, dan gaya yang bekerja. Patung diikat ke pondasi dengan angkur atau baut tanam yang kuat.
Kesalahan pada pondasi dapat menyebabkan patung miring atau roboh.
IIIBeban angin dan gempa
Patung tinggi dengan permukaan luas menerima beban angin yang besar. Di Indonesia yang rawan gempa, gaya gempa juga harus diperhitungkan. Bentuk, berat, dan titik berat patung memengaruhi stabilitasnya.
Perhitungan ini sebaiknya dilakukan oleh ahli struktur.
IVKerja sama lintas keahlian
Pematung fokus pada bentuk dan ekspresi, sedangkan ahli struktur dan kontraktor memastikan keamanan dan pelaksanaan. Libatkan mereka sejak awal agar desain tidak perlu diubah besar-besaran di kemudian hari.
Patung di ruang publik juga perlu memenuhi ketentuan dan perizinan setempat.