Teknologi yang dipakai di bidang kesehatan, arsitektur, dan industri kini juga mengubah cara patung dibuat. Pemindai 3D dapat merekam bentuk dengan detail tinggi, dan printer 3D dapat mencetak model dengan ketelitian yang sulit dicapai secara manual dalam waktu singkat.
IMemindai bentuk
Pemindai 3D merekam bentuk benda atau tubuh manusia menjadi model digital. Teknik ini berguna untuk membuat patung potret, mereplikasi karya lama, atau mendokumentasikan patung bersejarah sebelum direstorasi.
Pemindaian dengan foto dari banyak sudut, atau fotogrametri, juga dapat dilakukan dengan kamera biasa.
IIPemodelan digital
Perangkat lunak sculpting digital memungkinkan seniman membentuk model seperti memahat tanah liat virtual. Perubahan dapat dicoba tanpa merusak karya, dan model dapat diskalakan dengan mudah.
Klien juga dapat melihat dan menyetujui desain sebelum produksi fisik dimulai.
IIIMencetak maket dan bagian
Printer 3D dipakai untuk mencetak maket skala kecil atau bagian patung yang kemudian dicetak ulang dengan material lain seperti resin, perunggu, atau beton. Patung besar dapat dicetak dalam beberapa bagian lalu disambung.
Pencetakan 3D mempercepat proses, terutama untuk bentuk yang rumit.
IVTeknologi dan tangan seniman
Teknologi tidak menggantikan kepekaan seniman. Hasil cetak tetap memerlukan penghalusan, finishing, dan sentuhan tangan agar karya terasa hidup.
Kombinasi teknologi digital dan keterampilan tradisional sering menghasilkan karya terbaik.