Di beberapa kota, patung dan elemen seni publik sengaja dirancang agar dapat dipakai oleh pemain skateboard dan longboard. Alih-alih memasang penghalang untuk mencegah skater, seniman dan perencana kota mengajak mereka menjadi bagian dari karya.
IKarya yang bisa dipakai
Patung berbentuk lengkung, tangga, atau tepi yang halus dapat menjadi rintangan untuk diluncuri, sekaligus tetap berfungsi sebagai karya seni dan tempat duduk bagi warga lain. Konsep ini sering disebut skateable art.
Karya semacam ini menciptakan ruang publik yang lebih hidup.
IIMaterial yang tahan
Karya yang dilalui papan luncur harus kuat menghadapi gesekan dan benturan. Beton berkualitas tinggi dan baja sering dipakai pada tepi yang akan diluncuri. Permukaan harus mulus tanpa celah yang membuat roda tersangkut.
Finishing yang mudah diperbaiki membantu perawatan jangka panjang.
IIIKeselamatan dan ruang bersama
Desain harus mempertimbangkan keselamatan skater dan pengunjung lain. Zona luncur dan zona berjalan perlu diatur agar tidak bertabrakan.
Rambu dan aturan sederhana, seperti wajib helm, membantu menjaga ketertiban.
IVDialog dengan komunitas
Melibatkan komunitas skate dalam perancangan membuat karya lebih fungsional dan dirawat bersama. Komunitas juga dapat membantu menjaga kebersihan dan mencegah vandalisme.
Pendekatan ini mengubah hubungan antara seni publik dan kultur jalanan menjadi kolaborasi.