🧱 Material & Teknik

Patung dari Logam Bekas: Seni Daur Ulang Suku Cadang Kendaraan

Gir, rantai, baut, dan pelat bekas dari bengkel dapat berubah menjadi patung robot, hewan, atau figur manusia yang memukau. Seni patung dari logam bekas menggabungkan kreativitas, keterampilan las, dan semangat daur ulang.

IMemilih material

Kumpulkan suku cadang bekas dari bengkel, tempat pengepul, atau rumah. Pilah berdasarkan bentuk dan ukuran: gir untuk sendi, rantai untuk otot, pelat untuk permukaan. Bersihkan dari oli dan kotoran sebelum dipakai.

Hindari komponen yang mengandung cairan berbahaya atau bertekanan, seperti tabung gas atau aki.

IITeknik menyambung

Pengelasan adalah teknik utama untuk menyambung logam secara permanen. Baut dan mur dapat dipakai untuk bagian yang perlu dibongkar. Mulailah dengan rangka sederhana, lalu tambahkan detail.

Pelatihan las dari tenaga berpengalaman sangat dianjurkan sebelum memulai.

IIIFinishing anti karat

Logam bekas mudah berkarat, terutama di luar ruangan. Bersihkan karat lama, lalu lapisi dengan cat dasar dan cat akhir, atau pelapis bening jika ingin mempertahankan warna logam.

Sebagian seniman sengaja membiarkan karat sebagai efek, lalu menguncinya dengan pelapis.

IVKeselamatan kerja

Gunakan topeng las, sarung tangan tahan panas, pakaian tertutup dari bahan yang tidak mudah terbakar, dan ventilasi yang baik. Jauhkan bahan mudah terbakar dari area pengelasan.

Sediakan alat pemadam api dan kotak P3K di bengkel.

Catatan studio: Tulisan ini adalah panduan umum dari pengalaman studio. Untuk karya berukuran besar atau di ruang publik, libatkan ahli struktur dan ikuti ketentuan setempat.
Mitra media: tulisan ini merupakan kolaborasi konten bersama garasinusantara.id. Lihat layanan studio, perbandingan material, dan kalkulator skala di beranda Statue Duo Design.
#patung logam bekas#seni daur ulang#suku cadang#pengelasan seni#upcycling
B
Bramantyo Wibisono

Bagian dari Statue Duo Design yang menulis tentang proses, material, dan perawatan karya patung dari pengalaman studio.